Yahya Effect

Berbagi Info, Tips Seputar Blogging & Internet

Monday, December 31, 2018

Apa itu Kriptografi? Apa Saja Manfaatnya?

Apa Pengertian Kriptografi?

Perkembangan dan perubahan zaman selalu diikuti dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. Informasi dapat mudah diakses dimanapun asal terdapat koneksi internet. Penyampaian pesan atau informasi juga tidak terlalu lama serta tidak harus tatap muka, memudahkan kita berkomunikasi secara efektif dan efisien.


Kerahasiaan dan keamanan saat melakukan pertukaran data adalah hal yang sangat penting dalam komunikasi data, baik untuk tujuan keamanan bersama, maupun untuk privasi individu. Mereka yang menginginkan agar datanya tidak diketahui oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan selalu berusaha menyiasati cara mengamankan informasi yang akan dikomunikasikannya. Perlindungan terhadap kerahasiaan datapun meningkat, salah satu caranya dengan dengan penyandian data atau enkripsi. Enkripsi merupakan suatu proses pengubahan pesan asal menjadi karakter yang tidak dapat dibaca.

Ada beberapa algoritma enkripsi yang biasa digunakan seperti DES, Triple DES, Blowfish, IDEA dan sebagainya. Algoritma-algoritma tersebut begitu rumit dan sulit dimengerti dengan dalih ‘faktor keamanan’, katanya semakin sulit suatu algoritma dimengerti, maka semakin aman. Namun bagi para pengguna mereka tidak memikirkan seberapa sulit algoritma dan aplikasinya, yang mereka inginkan adalah menjaga kerahasiaan data.

Kata kriptografi (cryptography) berasal dari bahasa Yunani, “kryptós” yang berarti tersembunyi dan “gráphein” yang berarti tulisan. Kriptografi telah digunakan oleh Julius Caesar sejak zaman Romawi Kuno. Teknik ini dijuluki Caesar cipher untuk mengirim pesan secara rahasia, meskipun teknik yang digunakannya sangat tidak memadai untuk digunakan kini. Casanova menggunakan pengetahuan mengenai kriptografi untuk mengelabui Madame d’Urfe (ia mengatakan kepada Madame d’Urfe bahwa sesosok jin memberi tahu kunci rahasia Madame d’Urfe kepadanya, padahal ia berhasil memecahkan kunci rahasia berdasarkan pengetahuannya mengenai kriptografi), sehingga ia mampu mengontrol kehidupan Madame d’Urfe secara total.

Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi, seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi data.Tetapi tidak semua aspek keamanan informasi dapat diselesaikan dengan kriptografi.
Kriptografi dapat pula diartikan sebagai ilmu atau seni untuk menjaga keamanan pesan.

Sebelum komputer ada, kriptografi dilakukan dengan menggunakan pensil dan kertas. Algoritma kriptografi (cipher) yang digunakan saat itu, dinamakan juga algoritma klasik, adalah berbasis karakter, yaitu enkripsi dan dekripsi dilakukan pada setiap karakter pesan. Semua algoritma klasik termasuk ke dalam sistem kriptografi simetris dan digunakan jauh sebelum kriptografi kunci publik ditemukan. Kriptografi klasik umumnya merupakan teknik penyandian simetrik dan menyembunyikan  pesan yang memiliki arti menjadi pesan yang tidak memiliki arti dengan metode subtitusi dan/ metode transposisi

Sistem Kriptografi


Sistem Kriptografi seperti pada gambar terdiri dari 5 bagian yaitu

a. Plaintext: pesan atau data dalam bentuk asli yang dapat terbaca. Plaintext adalah masukkan bagi algoritma enkripsi. Plaintext dalam Bahasa Indonesia berarti teks asli.

b. Secret key: secret key yang juga merupakan masukkan bagi algoritma enkripsi merupakan nilai yang bebas terhadap teks asli dan menentukan hasil keluaran algoritma enkripsi. Secret key dalam Bahasa Indonesia berarti kunci rahasia.

c. Chipertext:chipertext adalah keluaran algoritma enkripsi. Algoritma enkripsi yang akan menghasilkan chipertext yang terlihat acak. Chipertext dalam Bahasa Indonesia berarti teks asli.

d. Algoritma Enkripsi: Algoritma enkripsi memiliki 2 masukkan yaitu teks asli dank unci rahasia. Algoritma enkripsi mengubah teks asli menjai teks sandi

e. Algoritma Dekripsi: Algoritma dekripsi memiliki 2 masukkan yaitu teks sandi dan kunci rahasia. Algoritma dekripsi mengembalikkan teks sandi menjadi teks asli sehingga pesan dapat terbaca/ tersampaikan tujuannya.

Pada dasarnya, algoritma kriptografi klasik dapat dikelompokkan ke dalam dua macam cipher, yaitu:

1. Cipher substitusi (substitution cipher)
Di dalam cipher substitusi setiap unit plainteks diganti dengan satu unit cipherteks. Satu “unit” di isini berarti satu huruf, pasanga huruf, atau dikelompokkan lebih dari dua huruf. Algoritma substitusi tertua yang diketahui adalah Caesar cipher yang digunakan oleh kaisar Romawi , Julius Caesar (sehingga dinamakan juga casear cipher), untuk mengirimakan pesan yang dikirimkan kepada gubernurnya.

2. Cipher transposisi (transposition cipher)
Pada cipher transposisi, huruf-huruf di dalam plainteks tetap saja, hanya saja urutannya diubah. Dengan kata lain algoritma ini melakukan transpose terhadap rangkaian karakter di dalam teks. Nama lain untuk metode ini adalah permutasi atau pengacakan (scrambling) karena transpose setiap karakter di dalam teks sama dengan mempermutasikan karakter-karkater tersebut.

Pada metode kriptografi simetris atau konvensional digunakan satu buah kunci. Bila kunci dinotasikan denan ‘K’ maka proses enkripsi-dekripsi metode kriptografi simeteris dapat dinotasikan dengan :
Ek(P) = C dan
Dk (C) = P
Dan keseluruhan sistem dinyatakan sebagai :
Dk(Ek(P))=P

Manfaat Kriptografi dalam dunia nyata

Beberapa contoh dalam kehidupan yang menggunakan kriptografi
a. ATM tempat mengambil uang
b. Telepon genggam (HP)
c. Komputer di lab/kantor
d. Internet
e. Gedung-gedung bisnis,
f. Pangkalan militer

No comments:

Post a Comment